Diplomasi Ekonomi Indonesia dengan Arab Saudi
Indonesia masih menempatkan US dan Eropa Barat sebagai mitra tradisional kerjasama perdagangan dan investasi, dan belum menempatkan Timur Tengah khususnya Arab Saudi dan Qatar sebagai prioritas, walaupun hubungan dengan kedua negara tersebut sudah berlangsung sejak lama khususnya faktor agama Islam. Kedua negara tersebut memiliki posisi kuat baik secara ekonomi dan politik di Timur Tengah.
Dalam konteks historis dan kultural hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi baik dalam bidang politik maupun ekonomi sudah berjalan cukup lama dan menghasilkan banyak capaian dan bentuk kerjasama yang sudah disepakati. Latar belakang kedua negara yang sama-sama berpenduduk muslim terbesar dan memiliki posisi strategis dalam geopolitik regional dan global juga mendukung hal di atas tersebut. Dengan Arab Saudi hubungan kerjasama Indonesia terutama berfokus atau didominasi pada urusan jama'ah haji, pendidikan (seperti pengiriman ulama dan pertukaran pelajar) dan TKI-TKW.
Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, yakni kerjasama perdagangan dan investasi Malaysia, Singapura dan Thailand, tiga negara di ASEAN tersebut melampaui Indonesia dengan kedua negara Timur Tengah tersebut. Performa hubungan kerjasama investasi dan perdagangan Indonesia memang memprihatinkan dibandingkan ketiga negara di ASEAN tersebut. Indonesia masih gagal mengidentifikasi peluang dengan kedua negara yang memiliki daya beli dan kemampuan ekonomi yan memiliki income tertinggi di dunia tersebut. Defisit perdagangan migas dan non-migas antara Indonesia dengan Arab Saudi mencapai 60%, sedangkan defisit perdagangan Indonesia dengan Qatar mencapai 87,9%.
Indonesia untuk ke depan khususnya harus lebih banyak memprioritaskan kerjasama investasi dengan kedua negara Timur Tengah tersebut khususnya di bidang energi terbarukan dan solusi iklim. Hal tersebut karena kedua negara tersebut sedang berjuang untuk mengurangi ketergantungan ekonominya pada sektor migas. Arab Saudi saat ini ekonominya bergantung pada sektor migas 56% dengan visi 2030 juga mengurangi ketergantungan terhadap sektor migasnya dan mengejar keberhasilan UAE yang hanya 34%.

Comments
Post a Comment